Badarudin, S.Pd. | PGSD FKIP UM Purwokerto

  • Profile
    • Agenda Kerja
    • Curiculum Vitae
    • Penelitian dan Pengabdian
  • Mata Kuliah
    • Belajar dan Pembelajaran SD
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Bimbingan Konseling
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Bumi Antariksa SD
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Dasar TIK SD
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Manajemen Pendidikan
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Pembelajaran Micro SD
    • Perencanaan Pembelajaran di SD
      • Nilai
      • Silabus Kuliah
    • Perkembagan Peserta Didik
    • Sumber Bahan Media Pembelajaran IPA SD
      • Nilai
      • Silabus Kuiah
    • Kurikulum dan Pembelajaran
  • Perkuliahan
    • Informasi Perkuliahan
    • Jadwal Perkuliahan
    • Materi Perkuliahan
    • Tugas Perkuliahan
  • Download
    • Artikel
      • Belajar Blogger
      • Belajar WordPress
      • Model Pembelajaran
    • Entertainment
    • Materi Pendukung
    • Modul Pembelajaran
    • Perangkat Pembelajaran
    • Peraturan Pendidikan
    • Software Aplikasi
  • Lain-Lain
    • Perguruan Tinggi
    • Sekolah Dasar
      • Admisitrasi Supervisi
      • Program Sekolah
    • Link Pendukung

Hakikat Perencanaan Belajar dan Perencanaan Pembelajaran

Posted by BADARUDIN on 17 April 2012
Posted in: Perencanaan pembelajaran. Tinggalkan sebuah Komentar

umum) maupun secara deduktif (umum=>khusus). Dalam menghadapi segala kejadian atau pengalaman tertentu, individu mengajukan hipotesis atau jawaban sementara yang menggunakan pola pikir deduktif.

5. Teori Belajar Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :
a. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
b. Kedekatan (proxmity); bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
c. Kesamaan (similarity); bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
d. Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
e. Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
f. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.
Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt, yaitu:
a. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”.
b. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis).
c. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu.
d. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.
Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
a. Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
b. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.
c. Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.
d. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
e. Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat.
Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.
/>

Rate this:

HIDUP ADALAH BELAJAR

Posted by BADARUDIN on 20 Juli 2011
Posted in: Belajar dan Pembelajaran. 1 komentar
  • BELAJAR BERSYUKUR MESKI KURANG
  • BELAJAR IKHLAS MESKI TAK RELA
  • BELAJAR TAAT MESKI BERAT
  • BELAJAR MEMAHAMI MESKI TAK SATU HATI
  • BELAJAR SABAR MESKI TERBEBANI
  • BELAJAR SETIA MESKI TERGODA
  • BELAJAR KEYAKINAN WALAU HATI SEPERTI AIR LAUT, KADANG BERGELOMBANG, PASANGSURUT DAN SERING TERBAWA ARUS.

TERUSLAH BELAJAR AGAR MENJADI LEBIH BAIK DAN TERUS SEMAKIN BAIK.

Rate this:

RPP dengan menggunakan berbagai Pendekatan

Posted by BADARUDIN on 18 April 2011
Posted in: Pembelajaran Micro. Tinggalkan sebuah Komentar
  • RPP CTL klik
  • RPP INKUIRI klik
  • RPP KOMUNIKATIF ROLEPLAYING   klik
  •  RPP komunikatif   klik
  • RPP siklus belajar  klik
  • RPP TPS  klik
  • format microteaching
  • STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN SEKOLAH DASAR

Rate this:

Contoh RPP EEK IPS SD

Posted by BADARUDIN on 8 April 2011
Posted in: Pembelajaran Micro. 1 komentar

Berikut merupakan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk mata pelajaran IPS Kelas V SD dari semester 1 dan 2 dapat diunduh di Rpp IPS Kelas V SD

Untuk contoh RPP IPS SD sample 2 pertemuan diunduh di rppeekipsisi2

Rate this:

Children Learn What They Live

Posted by BADARUDIN on 10 Maret 2011
Posted in: Belajar dan Pembelajaran. Tinggalkan sebuah Komentar

by Dorothy Law Nolte

Jika Anak dibesarkan dengan Celaan, maka ia belajar Memaki
Jika Anak dibesarkan dengan Permusuhan,maka ia belajar Berkelahi
Jika Anak dibesarkan dengan Ketakutan,maka ia belajar Gelisah
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Iba,maka ia belajar Menyesali Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Olok-Olok,maka ia belajar Rendah Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Iri Hati,maka ia belajar Kedengkian
Jika Anak dibesarkan dengan Dorongan,maka ia belajar Percaya Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Toleransi,maka ia belajar Menahan Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pujian,maka ia belajar Menghargai
Jika Anak dibesarkan dengan Penerimaan,maka ia belajar Mencintai
Jika Anak dibesarkan dengan Dukungan,maka ia belajar Menyenangi Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pengakuan,maka ia belajar Mengenali Tujuan
Jika Anak dibesarkan dengan Berbagi,maka ia belajar Kedermawanan
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Kejujuran dan Keterbukaan,maka ia belajar Kebenaran dan Keadilan
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Aman,maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika Anak dibesarkan dengan Persahabatan,maka ia belajar Menemukan Cinta dalam Hidup
Jika Anak dibesarkan dengan Ketentraman, maka ia belajar Berdamai dengan Pikiran

Rate this:

Posts navigation

« Tulisan lama
  • Blog Stats

    • 105,937 Pengunjung

  • Site Meter

  • Jejaring Sosial

    Badarudin

    Buat Lencana Anda

  • Facebook : badarudin.spd
    Twitter : @badarudinalby
    Skype : badarudin.spd
    E-mail : badar_ump@yahoo.co.id
    Phone : +6281313400558

  • Twitter Terbaru

    • Anakku sekarang usianya sudah 3 tahun., semoga menjadi anak soleh dan berbakti pada ortu dan negara. 3 months ago
    • Kangen ma dede alby em.. 3 months ago
    • tugas TIK bisa di unduh di ayahalby.wordpress.com/perkuliahan/tu… 6 months ago
    • dua hari bergadang terus 7 months ago
    • Februari musim hujan tidak pak? 7 months ago
  • Awan Kategori

    Belajar dan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Kurikulum Model Pembelajaran Pembelajaran Micro Pendidikan IPA SD Perencanaan pembelajaran
  • Arsip

    • April 2012 (1)
    • Juli 2011 (1)
    • April 2011 (2)
    • Maret 2011 (1)
    • Februari 2011 (41)
  • Tulisan Terkini

    • Hakikat Perencanaan Belajar dan Perencanaan Pembelajaran
    • HIDUP ADALAH BELAJAR
    • RPP dengan menggunakan berbagai Pendekatan
    • Contoh RPP EEK IPS SD
    • Children Learn What They Live
    • Belajar Tuntas (mastery Learning)
    • Kriteria Ketuntasan Minimal
    • Konsep Dasar Pembuatan RPP
    • Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran
    • Hakikat Perencanaan Pembelajaran
    • Konsep Dasar Evaluasi Belajar dan Pembelajaran
    • Pendekatan CBSA dalam Pembelajaran
    • Motivasi Belajar
    • Landasan Pengembangan Kurikulum
    • Komponen-Komponen Kurikulum
    • Fungsi Kurikulum
    • Dasar Pengembangan Kurikulum
    • Prinsip Belajar dan Aplikasinya
    • Tujuan dan Unsur-Unsur Dinamis Pembelajaran
    • Ciri-Ciri Pembelajaran
    • Hakikat dan Pengertian Pembelajaran
    • Tujuan dan Unsur-Unsur Dinamis dalam Belajar
    • Ciri-Ciri Belajar
    • Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt
    • Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik
  • Komentar Terakhir

    eka julianti on Belajar Tuntas (mastery L…
    Drs.NURHADI,M.Pd on Materi Perkuliahan
    neneng on Belajar Tuntas (mastery L…
    Silf on Model Pengembangan Perangkat…
    eri on Bumi Antariksa SD
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya.

Blog pada WordPress.com. Tema: Parament oleh Automattic.