Validitas dan Realibilitas

1.1      Pengertian Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.suatu tes atau instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.

1.2      Jenis-jenis Validitas

5.2.1     Validitas Logis yaitu instrument yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran, kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi karena instrument yang bersangkutan sudah dirancang dengan baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. Ada dua macam validitas logis, yaitu  validitas isi dan validitas konstruksi..

5.2.2     Validitas Empirik yaitu Instrumen dapat dikatakan memiliki validitas apabila sudah diuji dari pengalaman. Ada dua macam validitas empiric, yaitu validitas concurrent/congruent dan validitas presiksi.

5.4      Pengertian Realibilitas

Menurut Arikunto kata realibilitas dalam bahasa Indonesia diambil dari kata reliability dalam bahasa Inggris, berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya. Realibilitas merupakan kata benda, sedangkan reliable merupakan kata sifat atau kata keadaan. Sebuah tes dikatakan reliable apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukkan ketetapan.

5.5    Hal-hal yang Mempengaruhi Reliabilitas

  • Hal yang berhubungan dengan tes itu sendiri baik panjangnya maupun kualitasnya (keluasan sample yang diambil)
  • Perbedaan bakat dan kemampuan siswa yang dites
  • Hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan tes

5.6      Jenis-jenis Realibilitas

5.6.1     Metoda Tes Ulang, dilakukan untuk menghindari penyusun dua seri tes. Dalam menggunakan teknik atau metode ini pengetes hanya memiliki satu seri tes tetapi dicoba dua kali.

5.6.2     Metode Bentuk Setara, mengembangkan dua perangkat tes yang diturunkan dari ruang lingkup materi yang sama, sehingga memiliki dua bentuk yang berbeda.

5.6.3     Cara Belah Dua (Metode Belah Dua), ada dua cara membelah butir soal, yaitu : (1) Membelah atas item-item genap dan item-item ganjil yang selanjutnya disebut belahan ganjil-genap, dan (2) Membelah atas item-item awal dan item-item akhir yaitu separo jumlah pada nomor-nomor awal dan separo pada nomor-nomor akhir yang selanjutnya disebut belahan awal-akhir.

5.6.4  Cara Kuder Richardson, cara mengkorelasikan skor-skor setiap item dengan total keseluruhan tes. Indeks reliabilitas yang didapat metode paruhan, koefesien internal. Menurut cara ini bahwasannya butir soal yang reliable harus berkorelasi satu sama lain karena setiap butir soal mengukur karakteristik yang sama.

About these ads

Posted on 22 Februari 2011, in Evaluasi Pembelajaran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: